Smartphone geser Xiaomi Mix 3 segera dijual di Inggris

Jakarta (ANTARA News) – Produsen perangkat China, Xiaomi, akan memasarkan smartphone geser pertamanya, Mi Mix 3, di Inggris mulai 16 Januari dengan harga 499 poundsterling atau sekitar Rp9 jutaan dengan kurs saat ini.

“Mi Mix 3 tersedia 16 Januari 12PM (12.00 siang),” demikian mengutip banner yang diunggah di laman Xiaomi Inggris, Sabtu.

Xiaomi menjelaskan bahwa Mi Mix 3 versi 4G ini akan hadir di Inggris dalam dua warna, sapphire blue dan onyx black.

Pembuat smartphone yang dikenal menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga terjangkau itu juga menawarkan flash sale selama 24 jam di Mi.com, Amazon, dan Ebuyer dengan harga spesial, hanya 449 poundsterling.

Mi Mix 3 merupakan smartphone berlayar geser pertama Xiaomi yang dibekali RAM 6GB dan penyimpanan internal 128GB, dengan kinerja didukung prosesor Qualcomm Snapdragon 845 yang diklaim lebih smooth (halus) untuk menjalankan game.
  Xiaomi Mi Mix 3. (ANTARA News/Xiaomi)

Xiaomi menyematkan dual kamera selfie di smartphone ini yakni 24MP + 2MP, sedangkan di belakang 48MP yang terbagi dalam dua kamera, masing-masing bersensor 24MP berikut teknologi kecerdasan buatan (AI).

Meskipun sistem gesernya dengan menggunakan magnetik, Xiaomi memastikan kekuatannya karena telah melalui pengujian digeser berulang secara masif 600.000 kali, jauh dari cukup untuk kebutuhan pengguna.

“Faktanya, 300.000 kali geser lebih dari cukup untuk pengguna ponsel. Jika Anda menggeser layar 100 kali per hari, Anda akan menggunakan perangkat ini untuk 8 tahun tanpa masalah,” kata Alessandro dari tim komunikasi brand Mi di Xiaomi.
 

Dengan layar geser ini pengguna bisa mengatur beberapa aplikasi yang akan bisa diakses instan.

Satu lagi kemampuan yang ditawarkan Mi Mix 3 adalah pengisian daya baterai secara nirkabel atau (wireless charging). Xiaomi dikabarkan akan merilis model yang sama dengan konektivitas 5G pada kuartal pertama tahun ini.

Baca juga: Xiaomi Mi MIX 3 versi 5G berkemampuan unduh 2Gbps

Baca juga: Xiaomi Mi Mix 3, RAM besar didukung wireless charging

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Huawei fokus jualan ponsel kelas menengah ke atas

Jakarta (ANTARA News) – Deputy Country Director Huawei Indonesia Consumer Business Group, Lo Khing Seng, mengatakan pihaknya fokus menjual smartphone segmen mid-high atau menengah ke atas di pasar Indonesia.

“Pada 2019 ini, resolusi kita tetap fokus menjadi merek teknologi global yang ikonik dengan membangun brand image premium di segmen smartphone mid and high,” ujar Khing Seng dalam temu media di Jakarta, Sabtu.

Saat ini, menurut Khing Seng, Huawei berusaha membangun kembali brand, setelah melakukan perubahan secara internal, seperti restrukturisasi distribusi pada 2018.

Selain fokus pada smartphone premium untuk membangun image brand, Huawei juga berkomitmen untuk secara konsisten menghadirkan smartphone flagship mereka, seperti seri P dan seri Mate dengan jeda waktu yang tidak jauh berbeda dari peluncuran global.

Hal ini dilakukan agar pengguna dapat dengan lebih cepat menikmati produk-produk inovatif dari Huawei.

“(smartphone flagship) Akan selalu masuk, sebelumnya kita tidak melakukan itu, masuk pun dengan peluncuran global yang jauh, tapi sekarang peluncuran seri P akan masuk di sini dengan jarak yang mungkin enggak lewat dari sebulan,” kata Khing Seng.

Selain itu, Huawei juga ingin bermain di segmen high-end yang peluangnya menurut Khing Seng masih sangat terbuka lebar.

“Enggak semua merek bisa main di high-end, dan pemain high-end di Indonesia paling cuma dua, dan kami merek yang sanggup main di situ, jadi lebih besar peluangnya main di situ,” kata dia.

Baca juga: Huawei perkenalkan Y70 Pro 2019, ponsel “entry-level” rasa premium

Fokus pada segmen menengah ke atas, berarti bahwa Huawei juga mengandalkan smartphone mid-end seri nova — terbaru nova 3i diluncurkan pada 11 September lalu dengan harga Rp4,199 juta.

“(di Indonesia) Secara kuantitas yang pasti middle lebih dibanding high end,” ujar Khing Seng.

Pada kuartal kedua 2018, Huawei berada di posisi kedua secara global mengalahkan Apple dengan pangsa pasar 14,6 persen. Hal yang sama juga terjadi pada kuartal ketiga 2018.

Pada akhir 2018, Huawei mengumumkan telah menjual lebih dari 200 juta unit smartphone secara global.

“Ini berarti bahwa Huawei punya inovasi sehingga produknya diterima dengan memberikan value lebih kepada konsumen. Ini membuat pendapatan kami tumbuh,” kata Khing Seng.

Sayangnya, Khing Seng enggan mengungkap kontribusi pasar Indonesia terhadap jumlah penjualan secara global Huawei.

“Kami ingin memulai dengan basic yang benar, kami percaya produk-produk high-end kami bisa diterima,” ujar Khing Seng.

“Untuk target, dalam waktu mungkin 2 sampai 3 tahun ini  kami mau jadi nomor 3 di Indonesia,” tambah dia.

Baca juga: Huawei raup Rp30 miliar dari pre-order Mate 20 Pro

Baca juga: Polandia tangkap karyawan Huawei atas tuduhan mata-mata

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Huawei raup Rp30 miliar dari pre-order Mate 20 Pro

Jakarta (ANTARA News) – Resmi meluncurkan Mate 20 Pro pada 19 Desember, Huawei menyebut pre-order ponsel tersebut berjalan sukses karena menghasilkan Rp30 miliar.

“Mate 20 kita itu responsnya diluar ekspektasi kita. Pre-order kita sold-out. Dan, saat konsumen ingin ambil lagi sekarang masih harus pre-order karena barang sudah habis,” ujar Deputy Country Director Huawei Indonesia Consumer Business Group, Lo Khing Seng, dalam temu media di Jakarta, Sabtu.

Huawei menggelar pre-order untuk Huawei Mate 20 Pro pada 19 Desember hingga 28 Desember 2018 di Erafone dan Lazada.

Sebagai informasi, Huawei Mate 20 Pro dibandrol dengan harga Rp11,999 juta. Ponsel ini dilengkapi triple camera Leica di bagian belakang dengan konfigurasi 40MP untuk wide angle 27mm f/1.8, 20MP untuk ultra wide angle 16mm f/2.2 dan 8MP untuk 3x Telephoto 80mm, f/2.4.

Tidak hanya lewat online, Huawei juga memulai penjualan secara offline dengan menggelar roadshow di Mal Kota Kasablanka bersama Erafone. Hal ini, menurut Khing Seng, dilakukan untuk memperkenalkan brand Huawei kepada masyarakat luas.

“Kita harus akui Huawei belum setenar merek-merek yang lain. Walaupun di dunia nomor 2, tapi di Indonesia masih agak awam, kita butuh membuat konsumen percaya dengan produk kita,” kata Khing Seng.

“Kita akan lebih memberikan experience kepada konsumen lewat roadshow supaya konsumen bisa touch and feel, bisa coba bagaimana sih kehebatan kamera Huawei,” lanjut dia.
  Huawei memulai penjualan secara offline dengan menggelar roadshow di Kota Kasablanka bersama Erafone, Sabtu (12/1/2019). (ANTARA News/Arindra Meodia)

Huawei mengadakan program penjualan eksklusif di Mal Kota Kasablanka mulai 8 Januari hingga 13 Januari 2018.

“Pre-order Huawei Mate 20 Pro mulai Selasa sampai Jumat, Sabtu dan Minggu pengambilan barang. Jadi Mate 20 Pro belum bisa dijual reguler, tapi di sini kami menjual Mate 20, P20 Pro dan nova 3i,” ujar Sales Promotion Girl, Lina, kepada Antara.

Roadshow tersebut juga menghadirkan program cashback Rp500 ribu untuk Huawei P20 Pro, dan juga program tukar tambah.

Pengguna yang ingin membeli Huawei Mate 20 Pro dan Mate 20 bisa menukar smartphone lamanya. iPhone 7 256GB dihargai Rp6 juta untuk dapat ditukar ke Mate 20 atau Rp5,3 juta untuk dapat Mate 20 Pro, misalnya.

Untuk selanjutnya, Huawei Mate 20 Series akan tersedia di toko Erafone di seluruh Indonesia.  

“Erafone memiliki visi yang sama dengan kita. Ini juga sebuah cara untuk memberikan akses yang mudah kepada konsumen kepada produk kami,” ujar Khing Seng.

“Roadshow seperti ini akan ada di sejumlah kota besar seperti di Surabaya dan Bandung. Di setiap Erafone juga akan ada live demo unit supaya orang bisa coba,” tambah dia.

Baca juga: Huawei perkenalkan Y70 Pro 2019, ponsel “entry-level” rasa premium

Baca juga: Polandia tangkap karyawan Huawei atas tuduhan mata-mata

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Huawei perkenalkan Y70 Pro 2019, ponsel “entry-level” rasa premium

Jakarta (ANTARA News) – Huawei memperkenalkan lini produk terbaru Y7 Pro 2019 untuk mengisi kehadiran Huawei pada segmen entry-level di pasar Indonesia dengan membawa spesifikasi perangkat premium.

“Tujuh puluh persen pasar Indonesia adalah entry-level dan kami ingin mengisi segmen pasar itu, meskipun kami tetap fokus di medium-high,” ujar Deputy Country Director Huawei Indonesia Consumer Business Group, Lo Khing Seng, dalam temu media di Jakarta, Sabtu.

Huawei Y70 Pro membawa spesifikasi DNA ponsel premium Huawei, antara lain layar lebar dan desain notch kecil menyerupai tetesan air.
  Deputy Country Director Huawei Indonesia Consumer Business Group, Lo Khing Seng, memperkenalkan Huawei Y70 Pro (2019) dalam temu media di Jakarta, Sabtu (12/1/2019). (ANTARA News/Arindra Meodia)

“Y70 Pro membawa begitu banyak DNA premium ke smartphone. Layar adalah salah satu hal yang penting. Dari layar bisa berinteraksi dengan smartphone lebih baik,” kata Product Marketing Manager Huawei Indonesia Consumer Business Group, Advent Jose, dalam kesempatan yang sama.

Layar Huawei Y70 Pro lebih luas 86 persen dari pendahulunya. Ponsel dengan layar 6,26 inci itu membawa desain gradien warna yang ikonik milik ponsel premium Huawei, seperti pada seri P dan Mate.

Huawei Y70 Pro 2019 hadir dengan pilihan warna Midnight Black dan Aurora Blue yang merupakan perpaduan warna biru dan ungu.

Selain itu, perangkat tersebut juga dilengkapi kamera berteknologi kecerdasan buatan (AI) dengan bukaan lensa (aperture) kamera yang besar f/1.8.

“Aperture f/1.8 ada di kelas flagship, biasanya di entry-level f/2.2,” ujar Jose.

Aperture besar, Jose melanjutnya, akan menghasilkan efek bokeh lebih baik dan detail gambar lebih jelas.
 


(Hands-on Huawei Y70 Pro (2019). ANTARA News/Arindra Meodia).

Kamera hadir dengan komposisi kamera ganda 13MP dan 2MP dengan teknologi AI yang mengenali 22 objek berbeda dari langit, manusia, bintang, sampai pantai. Untuk selfie, Y70 Pro dibekali lensa beresolusi 8MP di bagian depan.

Huawei Y70 Pro juga dilengkapi dengan fitur kontrol gerakan pengguna yang juga dibawa dari smartphone premium. Jose melihat bahwa fitur ini akan semakin banyak digunakan karena lebih memudahkan pengguna dalam mengoperasikan smartphone.

Tidak hanya itu, Y70 Pro dibekali baterai besar khas smartphone premium dengan kapasitas 4.000mAh. Ponsel ini juga sudah memakai sistem operasi EMUI 9.0 berbasis Android P.

Untuk performa, Huawei Y70 Pro dipersenjatai chipset Snapdragon 450. Chipset berteknologi 14nm ini punya delapan inti ARM Cortex-A53 dengan kecepatan sampai 1.8GHz.

Perangkat ini didukung RAM 3GB dan ROM 32GB yang bisa ditingkatkan dengan slot kartu microSD hingga 512GB.

Sayangnya, Huawei belum mau mengungkap harga perangkat tersebut.

Baca juga: Polandia tangkap karyawan Huawei atas tuduhan mata-mata

Baca juga: Huawei luncurkan CPU berbasis ARM, Kunpeng 920

Baca juga: Huawei fokus pada pengembangan 5G dan AI tahun ini

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Xiaomi memulai pengembangan MIUI 11

Jakarta (ANTARA News) – Setelah merilis MIUI 10 pada lebih dari dua lusin smartphone, kini Xiaomi mulai mengembangkan MIUI 11.

Dikutip dari GSM Arena, Jumat, sistem operasi itu disebut “OS baru dan unik,” dibandingkan dengan pembaruan tambahan yang telah datang dalam dua tahun terakhir.

Xiaomi dilaporkan mengadakan pertemuan tahunan MIUI Core Experience Annual Meeting, di mana kepala departemen perencanaan produk Liu Ming memberikan pidato yang menginspirasi dan secara resmi meluncurkan persiapan MIUI 11.

Menurut beberapa foto dari presentasi, MIUI 11 akan lebih cepat dari MIUI 9, dan bahkan diklaim memiliki kecerdasan buatan (AI) yang lebih pintar dari antarmuka saat ini.

Selain itu, sistem operasi tersebu akan memiliki lebih banyak fitur yang mensimulasikan interaksi manusia dan akan memungkinkan pengguna perangkat lebih mudah.

Sayangnya, tidak ada spesifikasi yang dibahas, namun Xiaomi menampilkan statistik, di antaranya saat ini terdapat lebih dari 300 juta pengguna di 40 perangkat yang berbeda.

Baca juga: Pertengahan Desember, Xiaomi Mi A1 cicipi Android Oreo

Baca juga: Redmi Note 7 debut dengan kamera 48 MP, ini spesifikasinya

Baca juga: Dua ponsel Xiaomi akan dipersenjatai Snapdragon 855

Penerjemah: Arindra Meodia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sprint uji coba nonton YouTube pakai 5G

Jakarta (ANTARA News) – Sprint menyelesaikan uji coba transmisi data menggunakan jaringan 5G menggunakan frekuensi tinggi spektrum 2,5GHZ di San Diego, Amerika Serikat.

“Ini langkah besar ke depan, Sprint 5G sekarang keluar dari lab dan di berada di lapangan karena kami bersiap meluncurkan secara komersial pertengahan pertama tahun ini,” kata CTO Sprint, Dr. John Saw, seperti dikutip dari laman Phone Arena, Jumat.

Transmisi data tersebut menggunakan jaringan komersial dengan standard 5G, yaitu jaringan komersial 3GPPP 5G New Radio (NR). Sprint menggunakan perangkat yang memiliki bentuk seperti ponsel dan memakai chip modem Qualcomm 5G X50.

Dalam uji coba itu, Sprint disebut tanpa terputus bisa melakukan transisi dari jaringan 4G LTE-Advanced ke 5G saat sedang menonton streaming video di YouTube, berkirim Instant Messages serta panggilan audio dan video lewat Skype.

Sprint juga menggandeng Nokia untuk uji coba jaringan ini, mereka menggunakan radio dual-mode AirScale Massive MIMO milik Nokia. Teknologi dari Nokia ini menggunakan 64 transmitter dan receiver yang ditaruh di menara seluler untuk mengirim dan menerima pesan ke dan dari banyak handset.

Awal pekan ini Sprint juga melakukan panggilan video dan data dengan T-Mbile, menggunakan jaringan komersial mereka. T-Mobile memakai frekuensi rendah spektrum 600MHz, yang dapat bergerak lebih luad dan dapat masuk ke gedung-gedung lebih baik daripada frekuensi tinggi yang dipaakai Sprint.

Sprint sesumbar mereka akan jadi yang pertama untuk menyajikan jaringan 5G dan ponsel 5G di Amerika Serikat. Spring menggandeng LG untuk membawa ponsel yang “berbeda dan mengkilap” yang mendukung jaringan 5G.

Jaringan 5G Sprint akan berada di sembilan kota utama.

Baca juga: Samsung gandeng Sprint untuk ponsel 5G di AS

Baca juga: HTC dan Sprint bakal rilis “smart hub mobile” 5G
 

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mencoba kamera Vivo NEX

Jakarta (ANTARA News) – Vivo pertengahan tahun lalu meluncurkan ponsel flagship yang menitikberatkan pada rancangana kamera tersembunyi “elevating camera”, baru muncul jika pengguna mengaktifkan kamera.

Meski pun telah muncul sejak tahun lalu, hingga saat ini belum ada tanda-tanda Vivo akan membawa ponsel ini ke Indonesia. Vivo Indonesia mengaku masih mengkaji kemungkinan tersebut.

Rancangan Vivo NEX mengusung konsep layar besar tanpa bezel, tombol kapasitif ponsel ini sepenuhnya virtual. Vivo bahkan tidak kompromi untuk bezel atas, yang biasanya dibuat menjorok ke dalam, atau poni, untuk ditempati kamera.
 

Sebagai kompensasi absen poni untuk ditempati kamera depan, Vivo membuat kamera tersembunyi di kiri atas ponsel. Kamera seukuran USB on-the go ini khusus untuk kamera depan, sementara kamera belakang tetap ditanamkan di bodi belakang .

Antara berkesempatan mencoba beberapa unit Vivo NEX S yang dipamerkan secara terbatas saat acara di Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Lihat hasil jepretan dengan kamera Vivo NEX berikut ini.
  Bagian belakang “elevating camera” Vivo NEX. Kamera depan baru muncul jika mengaktifkan fitur untuk berswafoto. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Kamera utama

Kamera belakang bukan jualan andalan Vivo untuk NEX, meski pun begitu mereka tetap memberikan kamera ganda seperti standard ponsel flagship. Kamera belakang NEX S cenderung lebih rendah dibandingkan dengan flagship lain, yang berani memasang 20MP.

Vivo membekali NEX S dengan kamera beresolusi 12MP dengan bukaan f/1.8. 

Vivo menggunakan sensor dari Sony IMX363 Exmor RS didukung dengan piksel ganda PDAF dan ukuran piksel 1,40 mikron. Semakin besar ukuran piksel, semakin besar pula kemampuannya untuk menangkap cahaya.

Berikut ini hasil foto dengan kamera utama belakang Vivo NEX S dalam kondisi cahaya redup.
  Hasil foto dengan kamera belakang utama Vivo NEX S. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Kamera sekunder di Vivo NEX S berukuran 5MP bukaan f/2.4, digunakan untuk memberi efek kedalaman atau bokeh, objek yang tidak menjadi fokus akan terlihat kabur.

Berikut ini hasil foto dengan efek bokeh dengan Vivo NEX S dalam kondisi cahaya redup.
  Hasil foto dengan kamera belakang sekunder Vivo NEX S. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Kamera depan
Daya tarik Vivo NEX berada di kamera depan, pengguna harus mengaktifkan fitur swafoto untuk mencoba kamera ini. Begitu mengklik kamera depan, kamera secara otomatis akan bergeser ke atas. 
  Kamera depan Vivo NEX yang memiliki konsep “elevating camera”. Kamera depan baru muncul jika mengaktifkan fitur untuk berswafoto. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Kamera otomatis yang diberikan Vivo juga tidak besar, hanya 8MP. Keluar-masuk kamera ini cukup halus, pengguna bahkan bisa mengatur efek suara saat kamera muncul.

Berikut ini hasil swafoto dengan kamera depan Vivo NEX S yang memiliki bukaan f/2.0.
  Hasil swafoto dengan kamera depan “elevating camera” Vivo NEX S. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Seperti yang telah disebutkan di atas, Vivo Indonesia belum memastikan kapan mereka akan membawa ponsel ini ke Indonesia. Di India, ponsel ini dijual seharga 48.990 rupee atau setara dengan Rp9,8 juta.

Baca juga: Vivo ternyata sudah uji ponsel 5G

Baca juga: Cerita dibalik pembuatan Vivo NEX

Baca juga: Kapan Vivo NEX masuk Indonesia?

Baca juga: Vivo setia kembangkan kamera untuk ponsel

Oleh Natisha Andarningtyas
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Samsung umumkan tanggal rilis Galaxy S10

Jakarta (ANTARA News) – Samsung telah menetapkan tanggal 20 Februari sebagai hari peluncuran untuk smartphone terbarunya Galaxy S10 yang masuk dalam jajaran produk ungglan,

Dikutip dari GSM Arena, Jumat, acara Galaxy Unpacked tersebut akan berlangsung di San Francisco, Amerika Serikat, dan akan dapat ditonton secara live streaming di seluruh dunia melalui situs web Samsung.

Undangan yang dikirimkan menunjukkan tepi dua ponsel yang melengkung dan angka 10. Tidak ada hal lain, selain detail acara, namun ini bukan hal baru bagi Samsung yang terbilang jarang mengungkapkan ponselnya dalam teaser.

Meski begitu, kabar yang beredar menyebutkan bahwa akan ada tiga varian Galaxy S10 — Galaxy S10 E layar datar, Galaxy S10 vanilla dengan layar melengkung yang lebih besar dan pemindai sidik jari dalam layar dan Galaxy S10 Plus yang berukuran lebih besar.

Baca juga: Samsung Galaxy S10, ini foto-fotonya

Baca juga: Foto-foto Samsung Galaxy S10 beredar, ada tiga varian

Penerjemah: Arindra Meodia
COPYRIGHT © ANTARA 2019