Menjelajah salju Uludag sambil menjajal Prograde Camera Galaxy S10

Jakarta (ANTARA) – Selain terkenal akan wisata religi dan surganya belanja, Turki juga memiliki destinasi wisata alam yang tak kalah menarik.

Gunung Uludag, puncak tertinggi di regional Marmara itu adalah taman nasional yang masih asri dengan salju abadi di puncaknya dan keragaman flora dan faunanya.

Berkunjung ke Uludag di akhir Maret yang merupakan awal musim semi di Turki, membuat salju sudah mulai mencair di punggung gunung, namun tidak di puncaknya.

Untuk mencapai puncaknya, pengunjung harus naik kereta gantung terpanjang di dunia yang disebut “Bursa Teleferik”. Total panjang perjalanan yang ditempuh adalah sekitar 8 kilo meter untuk sampai ke puncak gunung setinggi 2.500-an meter.

Uludag, dalam bahasa Indonesia bermakna gunung agung. Pemandangan kontras hamparan putihnya salju, langit biru yang cerah dan jajaran hijaunya pohon pinus bisa tertangkap dengan nyaris sempurna saat direkam dengan teknologi Pro-Grade Camera Samsung Galaxy S10.

Menjelajah luasnya puncak Gunung Uludag sangat praktis menggunakan Samsung Galaxy S10. Sutradara sekaligus fotografer Jay Subyakto mengatakan dengan hadirnya rangkaian Galaxy S10 membuatnya makin praktis saat melakukan perjalanan.

“Kalau dulu saya kemana-mana harus bawa kamera dengan beberapa lensa, dengan ini (Samsung Galaxy S10) saya cukup bawa ini saja sama satu kamera pocket, yang itu pun jarang saya pakai akhirnya karena sudah ringkas pakai ini,” kata Jay saat melakukan media trip di Turki, Jumat (22/3).

Samsung Galaxy S10 dengan layar 6,1 inchi Quad HD seberat 157 gram membuat ponsel mantap di genggaman namun terasa ringkas.
  Masjid Hijau Bursa alias Green Mosque (Yesil Camii) di dekatGunung Uludag, diabadikan dengan fitur Ultra Wide Lense dan HDR+ kamera Samsung Galaxy S10 pada Rabu (20/3/2019) (ANTARA News/Ida Nurcahyani)

Lensa Ultra Wide

Samsung melengkapi Galaxy S10 dengan tiga kamera belakang dan Dual OIS. Satu kamera Telephoto 12 MP dengan bukaan 1,4 untuk menangkap sudut pandang 45 derajat.

Kamera Wide-angle 12 MP dengan diafragma f/1,5 dan f/2,4 untuk menangkap sudut pandang 77 derajat serta lensa Ultra Wide dengan bidang pandang 123 derajat mampu menangkap apa yang dilihat oleh mata.

Gambar-gambar lanskap, panorama luas, horizontal maupun vertikal di Uludag bisa terekam lensa Ultra Wide secara utuh.

Selain itu, Samsung Galaxy S10 juga dilengkapi dengan kamera depan 10 MP, f/1,9 dengan kemampuan menangkap gambar hingga 80 derajat.

Scene Optimizer

Kamera Samsung Galaxy S10 dilengkapi kecerdasan buatan (AI) dengan lebih banyak kategori lewat Scene Optimizer yang memungkinkan kontrasnya warna putih salju dan birunya langit terekam nyaris sempurna.

Smart Composition

Fitur ini memberikan panduan pengambilan foto dengan komposisi terbaik menurut pembacaan dari kecerdasan buatan yang diolah NPU, Neural Processing Unit.

“Kalau di arsitektur atau fotografi kan ada yang namanya golden ratio, dengan fitur ini pengguna yang awam fotografi bisa menempatkan obyek dan subyek lebih akurat dengan komposisi yang seimbang,” kata Jay.

Live Focus

Fitur ini hadir memberikan kesan artistik, melalui tiga pilihan mode: Zoom Bokeh, Spin Bokeh, dan Color Point Bokeh.

Dengan fitur ini, pengguna bisa menghasilkan tangkapan foto ala kamera dan editing profesional dengan mudah.

Super Steady

Khusus untuk pengambilan video di medan outdoor seperti puncak Gunung Uludag, Samsung menghadirkan fitur Super Steady.

Ini adalah sebuah fitur yang bisa membuat proses pengambilan video lebih stabil dibanding kamera lain. Meski tanpa tripod, pengambilan video saat konser, atau beraktifitas ourdoor akan secara bisa mudah dilakukan dengan hasil yang minim goncangan.

HDR10+

Selain kamera depan maupun kamera belakang dari Galaxy S10 mampu merekam gambar dengan kualitas UHD mumpuni, kamera belakang ponsel pintar premium ini bisa merekam video dengan kualitas tinggi standard profesional, HDR10+.

HDR 10+ membuat gambar lebih jelas dan jernih.
 

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019