Huawei pernah buat desain mirip Galaxy Fold, tapi jelek

Desainnya jelek

Huawei dan Samsung membuat gebrakan di waktu yang hampir bersamaan lantaran kedua perusahaan teknologi tersebut memperkenalkan ponsel lipat mereka.

CEO Huawei Richard Yu dalam sesi wawancara dengan Business Insider mengatakan semula mereka membuat prototipe rancangan ponsel lipat yang mirip dengan Samsung Galaxy Fold. Tapi, mereka urung memakai rancangan itu karena “tidak bagus”.

“Saya rasa dengan dua layar, layar depan dan layar belakang, membuat ponsel terlalu berat,” kata Yu, dikutip Jumat.

Huawei pada saat itu punya tiga proyek sekaligus dan mengaku punya desain yang lebih baik dari Samsung Galaxy Fold, tapi, proyek tersebut dihentikan langsung oleh Yu.

“Desainnya jelek,” kata dia.

Meski pun sama-sama dilipat, Huawei Mate X dan Samsung Galaxy Fold memiliki rancangan lipat yang berbeda untuk mengubah perangkat dari ponsel menjadi tablet.

Huawei mate X dapat berubah dari tablet menjadi ponsel dengan melipatnya ke dalam. Layar tablet secara otomatis akan terbelah menjadi dua sehingga ponsel memiliki dua layar, di depan dan di belakang.

Baca juga: Huawei Mate X, ponsel lipat 5G seharga Rp36 jutaan

Sementara itu, Samsung Galaxy Fold memiliki layar ponsel utama di bagian depan. Begitu dibuka, seperti membuka buku, terdapat layar seukuran tablet.

Rancangan kedua ponsel itu pun diperbincangkan, para penggemar teknologi berdebat untuk menobatkan rancangan mana yang terbaik.

Banyak yang menilai Huawei Mate X lebih unggul karena desain seperti itu, tapi, layar yang dilipat keluar akan rentan tergores.

Kelompok lainnya khawatir debu atau benda kecil lainnya bisa masuk ke lipatan Samsung Galaxy Fold dan merusak ponsel lipat tersebut.

Analis dari Forrester, Frank Gillet menyatakan masih terlalu dini menyatakan mana rancangan yang terbaik karena kedua produk tersebut belum dilempar ke pasar, masih berupa prototipe.

Harga jual ponsel lipat sangat tinggi jika dibandingkan dengan ponsel flagship yang saat ini beredar, Huawei dijual seharga 2.600 dolar dan Samsung seharga 1.980 dolar.

Gillet khawatir perangkat seperti ini tidak bertahan lama karena engsel dan mekanisme di ponsel lipat tidak akan menyaingi durabilitas ponsel bentuk candybar.

Baca juga: Samsung perkenalkan ponsel lipat Galaxy Fold

Baca juga: Prototipe ponsel layar lipat Samsung mejeng di CES 2019

Pewarta: N012
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019