Sony berhenti produksi PS Vita

Jakarta (ANTARA) – Sony menghentikan produksi konsol game portabel PlayStation Vita mulai bulan ini serta sejak bulan lalu menghentikan layanan berlangganan game untuk platform tersebut.

Mengutip laman Polygon, laman PlayStation berbahasa Jepang menyebutkan dua model PS Vita yang masih ada sudah dihentikan. Sony sudah sejak 2015 lalu berhenti memproduksi game untuk Vita dan baru Februari mereka menghentikan produksi game fisik untuk Vita, artinya pengembang tidak bisa lagi membuat atau mengirimkan game ke kartu memori.

PlayStation Vita yang pertama, nomor model PCH-1000, pertama kali keluar di Jepang pada Desember 2011, lalu Januari 2012 di Amerika Utara.

Lini Vita kembali diperbarui pada 2013 dn 2014 lewat model PCH-2000. PlayStation Vita menyasar orang-orang yang menyukai bermain game di mana saja.

Sayangnya perkembangan pesat ponsel pintar maupun tablet mampu menjawab kebutuhan konsumen untuk bermain game kapan pun dan di mana pun pengguna mau.

Laman The Verge pada September 2018 lalu menuliskan Sony akan menutup PS VIta dan tidak berencana membuat penggantinya.

“Di Jepang, kami akan memproduksi PlaySation Vita sampai 2019. Setelah itu, pengiriman dihentikan,” kata Wakil Direktur Senior Sony Interactive Entertainment, Hiroyuki Oda, saat itu.

Baca juga: PUBG kini hadir di PlayStation 4

Baca juga: Bungkam soal smartphone, Sony bakal luncurkan PlayStation?

Baca juga: Pengguna PS 4 diblokir gara-gara username SARA

Baca juga: Playstation atau Xbox, mana yang paling diminati?

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Di Kanada, beli paket data dapat iPhone XR gratis

Jakarta (ANTARA) – Operator seluler di Kanda memberi subsidi untuk harga ponsel bagi para konsumen yang membeli paket data selama dua tahun.

Praktik tersebut juga digunakan di Indonesia, misalnya ponsel yang harga normalnya mencapai Rp5 juta, dapat dibeli seharga Rp3 juta dengan syarat berlangganan paket internet selama setahun.

Operator seluler Roger di Kanada baru-baru ini menawarkan iPhone XR kapasitas 64GB atau 256GB secara cuma-cuma dengan berlangganan paket data mereka, seperti diberitakan laman Phone Arena.

Baca juga: Ponsel layar lipat Apple akan meluncur 2020

Untuk mendapatkan iPhone XR 256GB, konsumen harus berlangganan paket Roger Share Everything seharga 125 dolar Kanada per bulan selama dua tahun. Paket tersebut mencakup data 6GB (5GB dari jumlah tersebut adalah bonus).

Roger pada harga normal menjual iPhone XR seharga 199 dolar dengan paket data selama dua tahun, namun, biasanya paket data hanya berisi kuota 1GB.

iPhone XR merupakan model terbaru dari iPhone keluaran 2018, paling murah diantara trio iPhone yang meluncur tahun lalu.

Model ini diprediksi akan menjadi yang paling laris di pasar dibandingkan iPhone XS dan iPhone XS Max.

Baca juga: Apple janjikan kejutan dengan produk baru

Baca juga: Apple cari cara jualan iPhone di Jerman

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Samsung pamer Galaxy S10 5G di MWC

Jakarta (ANTARA) – Raksasa teknologi Korea, Samsung Electronic, memamerkan smartphone terbarunya Galaxy S10 termasuk yang versi 5G di ajang Mobile World Congress (MWC) 2019 di Barcelona, di mana pengunjung bisa menjajal pengalaman mereka mengoperasikan smartphone berharga puluhan juta rupiah itu.

Pengunjung stan Samsung juga bisa mencoba bagaimana Galaxy S10 5G memungkinkan panggilan video real-time berkualitas tinggi, peta dinamis, dan pengalaman AR (Artificial Intelligence), kata Samsung dalam pernyataan resminya, dikutip Minggu.

Samsung Galaxy S10 5G merupakan perangkat premium yang dilengkapi layar 6,7 inci Infinity-O, layar terbesar dari yang pernah ada pada seri Galaxy S.

Di ajang MWC pengujung juga bisa menjajal kemampuan kamera depan dan belakang Galaxy S10 5G yang dipersenjatai dengan teknologi 3D Depth untuk fokus Video Live dan Quick Message.

Ponsel yang dibekali baterai berkapasitas 4.500 mAh ini dilengkapi pengisian daya baterai super cepat Super Fast Charging serta koneksi super cepat 5G.

Dengan konektivitas 5G, pengguna bisa mengunduh tayangan TV dalam hitungan menit, memutar film tanpa buffer (delay), memainkan game kaya-grafis tanpa lag, serta menikmati pengalaman VR dan AR, maupun panggilan video real-time dalam kualitas 4K.

Selain versi 5G dari Galaxy S10, Samsung juga memamerkan Galaxy Fold, smartphone layar lipat pertamanya, kemudian Galaxy A30 dan Galaxy A50, serta Galaxy Tab S5e, tablet pertama yang berfitur Bixby 2.0—konektivitas yang berbasis kecerdasan.

Tidak hanya itu, perusahaan teknologi ini juga memajang ekosistem perangkat wearable, Galaxy Watch Active dan Galaxy Buds.

Baca juga: Samsung luncurkan Galaxy S10, tersedia versi ringan hingga 5G

Baca juga: Samsung akan luncurkan ponsel lipat bersamaan dengan Galaxy S10

Baca juga: Samsung Galaxy S10 akan pakai Wi-Fi 6
 

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Apple janjikan kejutan dengan produk baru

Jakarta (ANTARA) – CEO Apple Tim Cook saat pertemuan dengan para pemegang saham mengatakan bahwa mereka sedang “menanam bibit” dan “melempar dadu” untuk produk-produk baru mereka yang akan membuat konsumen terkejut.

Dikutip dari laman Bloomberg, Minggu, para investor menantikan gebrakan baru dari Apple setelah produk unggulan iPhone terus melemah penjualannya selama beberapa waktu belakangan.

Cook beberapa kali menyebutkan teknologi augmented reality (AR) alias realitas maya sebagai perubahan besar dan mereka berencana membuat kacamata AR.

Apple juga sedang berusaha mengembangkan bisnis dan mendongkrak produk-produk selain iPhone, antara lain jam tangan pintar Apple Watch dan earphone AirPods. Selama 2018 lalu, Apple membeli 18 perusahaan dan mengincar akuisisi tambahan.

Baca juga: Apple rilis iPad dan AirPods terbaru bulan depan?

Laman Phone Arena menuliskan Apple menambah fitur baru ECG di Apple Wacth agar pengguna bisa mengetahui detak jantung yang tidak wajar seperti atrial fibrillation.

Cook mengindikasikan akan ada lebih banyak fitur kesehatan di Apple Watch, salah satunya untuk membaca gula darah.

Sementara itu, untuk akuisisi, rumor yang beredar Apple akan membeli Disney atau Netflix.

Apple dijuluki sebagai “game changer” atau pembawa perubahan ketika pertama kali merilis iPhone pada 2007 lalu, menjadikan ponsel layar sentuh itu sebagai pionir teknologi.

Sayangnya, penjualan Apple selama beberapa waktu belakangan ini melemah meskipun perusahaan Cupertino tersebut tidak pernah absen memperbarui lini iPhone setiap tahun.

Saat ini segmen bisnis yang menguntungkan Apple bergantung pada Apple Pay, App Store, iTunes, AppleCare dan Apple Music.

Baca juga: Apple kembangkan teknologi cegah layar ponsel lipat rusak

Baca juga: Apple beli startup AI untuk kembangkan Siri

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Apple kembangkan teknologi cegah layar ponsel lipat rusak

Jakarta (ANTARA) – Meski pun belum menyusul jejak Samsung dan Huawei meluncurkan ponsel lipat, Apple sudah mengantisipasi kerusakan layar fleksibel di ponsel lipat jika terlalu sering ditekuk.

Apple, seperti diberitakan laman Phone Arena, Kamis (28/2) membuat paten untuk mencegah layar rusak akibat dilipat, terutama ketika dalam keadaan dingin. Raksasa teknologi dari Cupertino ini meyakini kunci utama agar layar awet adalah mencegah panas.

Apple memakai berbagai jenis sensor agar dapat melacak temperatur panel layar di ponsel lipat. Jika layar terlalu dingin, komponen terpisah akan menciptakan sedikit panas ke panel display.

Cara ini diyakini membantu panel felksibel untuk beradaptasi ke setiap posisi sehingga dapat mengurangi potensi kerusakan.

Sayangnya, komponen yang dapat menciptakan panas ke panel layar juga berakibat pada bobot atau bentuk ponsel. Apple membuat solusinya dengan secara otomatis meningkatkan kecerahan layar di area tertentu untuk memanaskan panel.

Begitu panel sudah mendapatkan panas yang cukup, secara otomatis kecerahan akan turun.

Sampai saat ini belum terbukti apakah rancangan ini dapat benar-benar diaplikasikan ke ponsel layar lipat, belum ada tanda-tanda Apple sedang menguji coba ponsel yang akan menjadi saingan Samsung dan Huawei.

Rumor yang beredar, ponsel layar lipat Apple baru akan muncul pada pertengahan 2020.

Baca juga: Huawei pernah buat desain mirip Galaxy Fold, tapi jelek

Baca juga: Energizer buat ponsel lipat dan baterai 18.000mAh

Baca juga: TCL kembangkan ponsel bisa dilipat jadi jam tangan

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Huawei pernah buat desain mirip Galaxy Fold, tapi jelek

Desainnya jelek

Huawei dan Samsung membuat gebrakan di waktu yang hampir bersamaan lantaran kedua perusahaan teknologi tersebut memperkenalkan ponsel lipat mereka.

CEO Huawei Richard Yu dalam sesi wawancara dengan Business Insider mengatakan semula mereka membuat prototipe rancangan ponsel lipat yang mirip dengan Samsung Galaxy Fold. Tapi, mereka urung memakai rancangan itu karena “tidak bagus”.

“Saya rasa dengan dua layar, layar depan dan layar belakang, membuat ponsel terlalu berat,” kata Yu, dikutip Jumat.

Huawei pada saat itu punya tiga proyek sekaligus dan mengaku punya desain yang lebih baik dari Samsung Galaxy Fold, tapi, proyek tersebut dihentikan langsung oleh Yu.

“Desainnya jelek,” kata dia.

Meski pun sama-sama dilipat, Huawei Mate X dan Samsung Galaxy Fold memiliki rancangan lipat yang berbeda untuk mengubah perangkat dari ponsel menjadi tablet.

Huawei mate X dapat berubah dari tablet menjadi ponsel dengan melipatnya ke dalam. Layar tablet secara otomatis akan terbelah menjadi dua sehingga ponsel memiliki dua layar, di depan dan di belakang.

Baca juga: Huawei Mate X, ponsel lipat 5G seharga Rp36 jutaan

Sementara itu, Samsung Galaxy Fold memiliki layar ponsel utama di bagian depan. Begitu dibuka, seperti membuka buku, terdapat layar seukuran tablet.

Rancangan kedua ponsel itu pun diperbincangkan, para penggemar teknologi berdebat untuk menobatkan rancangan mana yang terbaik.

Banyak yang menilai Huawei Mate X lebih unggul karena desain seperti itu, tapi, layar yang dilipat keluar akan rentan tergores.

Kelompok lainnya khawatir debu atau benda kecil lainnya bisa masuk ke lipatan Samsung Galaxy Fold dan merusak ponsel lipat tersebut.

Analis dari Forrester, Frank Gillet menyatakan masih terlalu dini menyatakan mana rancangan yang terbaik karena kedua produk tersebut belum dilempar ke pasar, masih berupa prototipe.

Harga jual ponsel lipat sangat tinggi jika dibandingkan dengan ponsel flagship yang saat ini beredar, Huawei dijual seharga 2.600 dolar dan Samsung seharga 1.980 dolar.

Gillet khawatir perangkat seperti ini tidak bertahan lama karena engsel dan mekanisme di ponsel lipat tidak akan menyaingi durabilitas ponsel bentuk candybar.

Baca juga: Samsung perkenalkan ponsel lipat Galaxy Fold

Baca juga: Prototipe ponsel layar lipat Samsung mejeng di CES 2019

Pewarta: N012
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019