Wabup Bekasi Digarap KPK, Ngomong Begini Soal Neneng

JawaPos.com – Wakil Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja sudah menjalani proses pemeriksaan terkait kasus suap proyek Meikarta yang membelit Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin. Ketika hendak meninggalkan gedung KPK, dia sempat berkomentar terkait pemeriksaan yang telah dijalaninya.

Eka mengaku tak tahu sama sekali perihal proyek Meikarta. Dia juga mengaku dirinya tak pernah mendapat arahan dari Neneng Hassanah Yasin mengenai proyek yang digarap Lippo Grup tersebut.

“Tidak ada. Kalau saya sih tidak tahu apa-apa terkait dengan Meikarta,” ucap Eka usai diperiksa di Gedung KPK,  Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).

Selain itu, dia juga menegaskan dirinya belum pernah bertemu denga pihak Lippo Group terkait proyek Meikarta. Bahkan, diakui Eka, saat di dalam penyidik mencecar mengenai sepengetahuannya sebagai Wakil Bupati terkait proyek Meikarta ini.

“Saya tidak tahu. Kebetulan saya di organisasi pemerintah daerah barangkali saya wakil bupati yang kebetulan diminta keterangannya sebagai saksi,” tandasnya.

Sebelumnya, juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut Eka memang ditanyai terkait perizinan proyek Meikarta. Sekaligus diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Billy Sindoro.

Diketahui, dalam kasus ini KPK telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus itu antara lain Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS) dan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin.

Diduga, pemberian terkait dengan izin-izin yang sedang diurus oleh pemilik proyek seluas total 774 hektare yang dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu fase pertama 84,6 hektare, fase kedua 252,6 hektare, dan fase ketiga 101,5 hektare.  KPK menduga realisasi pemberiaan sampai saat ini adalah sekitar Rp 7 miliar melalui beberapa kepala dinas.

(yes/JPC)