Kurang Satu Calon, KPK Buka Seleksi Sekjen Gelombang Kedua

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuka seleksi terbuka untuk posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen). Seleksi gelombang kedua ini dilakukan karena belum terpenuhinya jumlah peserta tahap wawancara pada seleksi gelombang pertama.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut seleksi gelombang kedua ini digelar guna mencari kandidat yang memang memenuhi persyaratan. Hasil gelombang kedua ini akan diwawancarai oleh Panitia Seleksi (pansel) bersama dengan dua orang yang telah lolos di gelombang pertama.

“Sampai dengan tahap asesmen kompetensi, pansel baru mendapatkan dua calon yang lulus tahap tersebut,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Senin (12/11).

Lebih lanjut, Febri mengatakan calon Sekjen yang terpilih akan diserahkan kepada Presiden. Nantinya, berdasarkan usulan calon dari Pansel yang terdiri minimal tiga orang maka Presiden harus memilih satu orang.

“Kami perlu memastikan setiap calon yang lolos memenuhi seluruh kriteria yang ada dan sesuai dengan kebutuhan institusi KPK,” imbuhnya.

Sekadar informasi, pendaftaran dilakukan secara online lewat situs https://jpt.kpk.go.id yang dibuka mulai 9-30 November 2018 pukul 23.59 WIB.

Ada sejumlah persyaratan umum yang harus dipenuhi jika ingin mendaftar di posisi ini, seperti WNI berusia paling rendah 45 tahun dan paling tinggi 58 tahun.

Syarat umum lainnya yakni memiliki rekam jejak jabatan, integritas, dan moralitas yang baik, tidak terikat hubungan sedarah maupun semenda sampai dengan derajat ke-3 dengan pimpinan KPK, penasihat KPK, pegawai KPK, tersangka, terdakwa, atau terpidana korupsi.

Ada lagi persyaratan khusus yang harus dipenuhi para pendaftar. Misalnya, bagi pendaftar dengan latar belakang ASN/PNS, yaitu berpendidikan paling rendah S1 atau DIV diutamakan S2/S3 bidang hukum, keuangan, manajemen, berpengalaman dengan jabatan yang akan diduduki secara kumulatif paling singkat 7 tahun, sedang atau pernah menduduki jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama atau JF jenjang ahli utama paling singkat 2 tahun serta sejumlah syarat lainnya.

Sementara untuk pendaftar non ASN, ada juga sejumlah persyaratan khusus seperti berpendidikan paling rendah S2, punya pengalaman kerja 15 tahun dengan pengalaman manajerial minimal 10 tahun serta sejumlah persyatan lainnya.

Untuk syarat serta jadwal lengkap proses seleksi gelombang kedua ini bisa dilihat pada bagian publikasi di situs kpk.go.id.

(ipp/JPC)