Hina Agama dan Ulama di Instagram, Pelaku Ujaran Kebencian Diringkus

JawaPos.com- Selama sepekan terakhir, pengguna Instagram dibuat gempar dengan ulah akun @rezahardiansyah7071. Akun tersebut menyebarkan ujaran kebencian dengan menghina ulama dan agama Islam. Bahkan dia berani menantang polisi untuk menangkapnya.

‘Saya gak takut ancaman kalian semua. Saya ini anak polisi Polres Banjar. Nama Bapak Saya Hendra Dwie, Ibu saya Utari Hendra. Buktinya sampai sekaran saya bebas2 aja!!!’ begitu bunyi salah satu Insta Story yang diunggah akun tersebut.

Unggahan itu dengan cepat viral. Polisi lantas tak tinggal diam. Dengan cepat, mereka mengungkap sosok pengelola akun tersebut, Selasa (30/10).

Hina Agama dan Ulama di Instagram, Pelaku Ujaran Kebencian DiringkusSalah satu Insta Story yang diunggah pelaku (Instagram)

Penangkapan tersebut disampaikan Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Pelakunya bernama M. Sodikin, 21, warga Jalan Biduri, Loktabat Utara, Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru. ”Ditangkap oleh Unit Siber Subdit 2 Ditreskrimsus Polda Kalsel,” terang Dedi kepada JawaPos.com, Rabu (31/10).

Dedi mengatakan, pelaku juga membuat akun Instagram palsu mengatasnamakan Polres Banjar. ”Motifnya karena pelaku marah kepada salah satu teman sekelasnya. Pelaku ini kejar Paket B, kelas 8 SMP,” kata Dedi.

Teman sekelas pelaku berinisial PU. Singkat cerita, dia membuat akun palsu atas nama pacar PU. ”Supaya si PU ini takut karena pacarnya ditangkap polisi,” tambah jenderal bintang satu tersebut.

Dari hasil interogasi polisi, awalnya Sodikin membuat akun Facebook bernama Reza Hardiansyah. Dia mengarahkan pengguna Facebook untuk melihat akun Instagram @rezahardiansyah7071. Di akun instagram itu, Sodikin menyebarkan ujaran kebencian.

Dia mencomot foto PU dan pacarnya dari Facebook. Foto itu kemudian diposting di Instagram @rezahardiansyah7071. Sehingga seolah-olah yang menyebarkan ujian kebencian itu adalah FU dan pacarnya.

Tak cukup di situ, Sodikin juga mengambil foto para ulama. Dia menjatuh-jatuhkan ulama tersebut. Dia bahkan memajang nomor telepon beberapa akun Instagram milik Deddy Corbuzier, Lambe Turah, Gen Halilintar, hingga Polda Kalsel. ”Pelaku kami jerat dengan UU ITE,” tegas Dedi.

Sementara itu, Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete mengatakan, pihaknya mengimbau agar warga Banjar tidak mudah terprovokasi. Saat ini, Sodikin sudah diamankan di Mapolda Kalsel. ”Pelakunya sudah tertangkap, jadi masyarakat Banjar maupun Kalimantan secara luas tak perlu cemas. Penangkapan ini juga berkat kerja sama dengan masyarakat,” kata Takdir.

Terkait dengan akun Instagram palsu Polres Banjar yang dibuat oleh pelaku, Takdir sudah menindaklanjutinya. Pihaknya sudah melaporkan akun bodong itu kepada pihak Instagram agar segera dihapus. ”Akun Instagram kami cuma satu, yakni @humaspolresbanjar. Jadi kami harap semua pihak bisa bijak dalam menggunakan media sosial,” terang mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya tersebut.

(did/JPC)